FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIFTERI PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDA RAYA BANDA ACEH

Eka Ardila, 1616010056 (2019) FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIFTERI PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDA RAYA BANDA ACEH. Other thesis, Universitas Serambi Mekkah.

[thumbnail of eka arlinda.pdf] Text
eka arlinda.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penyakit difteri merupakan kasus “Re-Emerging Disease” yaitu penyakit yang
sudah mengalami penurunan kasus karena dikendalikan melalui kebijakan
kesehatan yang efektif namun akhirnya jumlah kasus meningkat kembali sebagai
masalah kesehatan. Jumlah pasien difteri di Aceh telah mencapai 90 orang. Dari
jumlah itu, empat orang telah meninggal dunia dan empat lagi masih dirawat
secara intensif di RSUZA Banda Aceh. Secara nasional Aceh menduduki ranking
keempat dalam KLB difteri setelah Jawa Timur 271 kasus (11 kematian), Jawa
Barat 95 kasus (10 kematian), dan Banten 91 kasus dengan 5 kematian. Tujuan
dalam penelitian ini: untuk mengetahui faktor risiko kejadian difteri pada anak di
Wilayah Kerja Puskesmas Banda Raya dan Puskesmas Batoh. Jenis penelitian
yang digunakan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak
yang mengalami difteri di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya dan Puskesmas
Batoh dengan jumlah 30 anak. Pengambilan sampel secara proportional
sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25-29 Januari 2019. Pengumpulan
data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji
deskriptif dan uji chi-square. Didapatkan nilai P value 0.01 artinya ada hubungan
pendidikan ibu dengan Kejadian difteri pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas
Banda Raya dan Puskesmas Batoh. Didapatkan nilai P value 0.05 artinya ada
hubungan pengetahuan ibu dengan Kejadian difteri pada anak di Wilayah Kerja
Puskesmas Banda Raya dan Puskesmas Batoh. Pengetahuan ibu yang kurang baik
3,2 kali berisiko terhadap kejadian difteri. Didapatkan nilai P value 0.02 artinya
ada hubungan status imunisasi dengan Kejadian difteri pada anak di Wilayah
Kerja Puskesmas Banda Raya dan Puskesmas Batoh. Status Imunisasi yang tidak
lengkap 7,3 kali berisiko terhadap kejadian difteri. Didapatkan nilai P value 0.01
artinya ada hubungan lingkungan fisik rumah dengan Kejadian difteri pada anak
di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Raya dan Puskesmas Batoh. Lingkungan fisik
rumah 2,2 kali berisiko terhadap kejadian difteri. Kesimpulan dari penelitian ini
dapat dimanfaatkan untuk keperluan penentuan tindakan intervensi, terhadap
permasalahan yang berkaitan dengan kasus difteri

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: pendidikan, pengetahuan, status imunisasi, lingkungan fisik dan kejadian difteri
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email puksi@serambimekkah.ac.id
Date Deposited: 25 Oct 2025 02:37
Last Modified: 25 Oct 2025 02:37
URI: http://repositori.pustaka.serambimekkah.ac.id/id/eprint/268

Actions (login required)

View Item
View Item