IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN KLUET SELATAN KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2024

MD Tarkhi, 2316010114 (2024) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN KLUET SELATAN KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2024. Other thesis, Universitas Serambi Mekkah.

[thumbnail of MD TARKHI.pdf] Text
MD TARKHI.pdf

Download (679kB)

Abstract

Kejadian stunting (balita pendek) merupakan masalah gizi utama yang telah dihadapi
Indonesia. Berdasarkan dari Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir ini, balita
pendek memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi
kurang, kurus, bahkan gemuk. Kabupaten aceh selatan memiliki angka stuntingnya pada tahun
2022 yaitu 34,8% pada tahun 2023 menurun menjadi 5,03% walaupun terjadi penurunan yang
signifikan namun tetap saja permasalahan stunting belum 100% tuntas berhasil diturunkan. Oleh
karena itu bupati secara langsung dan tegas memantau program penurunan angka stunting
didalam keputusan Bupati Aceh Selatan. Salah satu kecamatan di kabupaten aceh selatan juga
masih terdeteksi terjadinya peningkatan angka stunting yaitu Kecamatan Kluet Selatan dengan
angka kejadian kasus terdeteksinya 16 orang balita pada tahun 2023 ini terdeteksi mengalami
stunting.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di
kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan, pada bulan Mei - juli tahun 2024. Dalam
penelitian ini peneliti bertindak sebagai pewawancara secara langsung terhadap 3 informan
(informan kunci, informan utama dan informan pendukung).
Berdasarkan hasil penelitian wawancara terhadap informan upaya penurunan stunting
dilakukan dengan cara meningkatkan mutu gizi dengan pendampingan keluarga sadar gizi
(KADARZI), pemberian tablet fe pada remaja putri dan ibu hamil, memberikan ASI eklusif,
menggunakan air bersih, memberikan PMT yang tepat, serta mensosialisasikan jenis makanan
bergizi yang harus dikonsumsi melalui kader-kader agar masyarakat mengetahui bagaimana
memenuhi gizi yang seimbang, dan melakuakn kegiatan “rumbuk” secara rutin, hal ini
diupayakan dan dilaksanakan berdasarkan kerjasama lintor dan berdasarkan arahan dari
keputusan Bupati Aceh Selatan tahun 2024.
Implementasi kebijakan penurunan stunting sudah dilaksanakan dengan baik, tetapi
masih belum maksimal dalam mensosialisasikan ke masyarakat sehingga masih ada sebagian
masyarakat yang tidak mengerti bagaimana cara penurunan stunting dan bahaya pentingnya
melakukan pencegahan dini terjadinya stunting. Diharapkan adanya tim pengawasan terhadap
pemberian tablet FE pada remaja putri dan Kerjasama dalam penentuan PMT yang diberikan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Impementasi Kebijakan, Pogram Penanggulangan, Permasalahan Penanggulangan, PERBUP 2021, Penurunan Stunting.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email puksi@serambimekkah.ac.id
Date Deposited: 22 Oct 2025 02:40
Last Modified: 22 Oct 2025 02:40
URI: http://repositori.pustaka.serambimekkah.ac.id/id/eprint/172

Actions (login required)

View Item
View Item